Imigran Venezuela Ditolak di Mana-Mana

Imigran Venezuela Ditolak di Mana-Mana
Warga Venezuela mengantre untuk masuk ke wilayah Kolombia. Foto: Reuters

’’Mereka tidak meninggalkan negaranya untuk bersenang-senang, tapi karena kebutuhan,’’ tegas Sarmiento. Kolombia sudah lebih dulu memperketat imigran yang masuk. Dengan kata lain, imigran yang sampai di Ekuador sudah disaring dulu.

Banyak imigran yang tak tahu dengan kebijakan baru tersebut. Sabtu pagi sekitar 300 imigran Venezuela sudah mengantre di pintu perbatasan Rumichaca yang terletak di dekat Kota Ipiales, Kolombia, untuk masuk ke Ekuador. Mayoritas tertahan karena hanya membawa kartu pengenal biasa. Di antaranya, Gabriel Malavolta dan tunangannya, Yenny.

Malavolta melakukan perjalanan darat selama tiga hari untuk bisa sampai di Rumichaca. Dia memiliki paspor, tapi tidak dengan tunangannya. Pria 50 tahun itu serbasalah. Dia tak ingin pulang ke negaranya, tapi juga tak bisa masuk Ekuador. Pria yang bekerja sebagai montir tersebut tak ingin meyeberang sendirian dan membiarkan tunangannya pulang serta kelaparan di Venezuela.

’’Anda tak tahu seperti apa di Venezuela. Seluruh keluarga makan makanan sisa dari tempat sampah,’’ ujarnya sebagaimana dikutip BBC.

Malavolta tak sendiri. Setiap menit kian banyak orang yang mengalami nasib serupa seperti dia dan tunangannya. Kini para imigran yang tak bisa masuk ke Ekuador itu kebingungan. Mereka tak tahu apa yang harus dilakukan.

Secara terpisah, sejak awal bulan, Brasil menutup sementara pintu perbatasannya dengan Venezuela. Penutupan tersebut sepertinya bakal berlangsung lama. Sebab, Sabtu terjadi keributan antara penduduk dan imigran. Warga Brasil menyerang kamp pengungsian sementara penduduk Venezuela di Pacaraima.

Serangan itu bermula dari kemarahan warga karena Raimundo, pemilik restoran setempat, telah dirampok, ditusuk, dan dipukuli empat warga Venezuela Jumat malam (17/8). Uang USD 5.800 atau setara Rp 84,7 juta diambil. Penduduk Brasil tak terima dan akhirnya menyerang tempat pengungsian sementara imigran Venezuela.

Barang-barang yang ditinggalkan imigran asal Venezuela dibakar. Para imigran tersebut dipaksa kembali ke perbatasan sisi Venezuela. Warga juga mencoba memblokade satu-satunya jalan yang menghubungkan dua negara.

Nasib imigran asal Venezuela terkatung-katung. Kolombia memperketat perbatasan. Penduduk Brasil mengusir dan menyerang mereka

Sumber Jawa Pos

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News