Ketahui 7 Efek Negatif Konsumsi Gula Secara Berlebihan

Ketahui 7 Efek Negatif Konsumsi Gula Secara Berlebihan
Ilustrasi gula. (Foto: google/jpnn)

Cara salah yang dimaksud oleh dr. Sepriani antara lain:

Lebih suka makan buah kaleng daripada buah segar. Padahal, gula tambahan buah kaleng sangat tinggi, belum lagi tambahan zat pengawetnya.
Jus buah. Menurut sebuah laporan yang dimuat di jurnal “Diabetes Care” tahun 2008, konsumsi jus buah memiliki lebih berisiko mengalami diabetes dibandingkan dengan konsumsi buah segar.
Salad buah dengan tambahan mayones. Tak ada yang salah dengan salad Namun, pikir-pikir, deh, kalau ingin menambahkan mayones dalam penyajiannya.

2. Bikin berat badan naik

Tubuh membutuhkan gula untuk energi, tetapi sisinya disimpan sebagai lemak. Dalam beberapa studi, konsumsi gula tambahan dikaitkan dengan penambahan berat badan dan obesitas, yang pada gilirannya bisa meningkatkan risiko terjadinya diabetes tipe 2. Bagaimana ini bisa terjadi memang rumit, tapi mungkin ada hubungannya dengan peradangan tingkat rendah akibat obsitas dan resistensi insulin. Sebagai tambahan, konsumsi gula tambahan juga dihubungkan dengan peningkatan lingkar pinggang (alias lemak perut), sebuah faktor risiko independen untuk penyakit jantung.

3. Meningkatkan tekanan darah dan risiko penyakit jantung

Studi dari American Medical Association tahun 2014 menunjukkan bahwa efek buruk gula pada tubuh dikaitkan dengan peningkatkan LDL atau kolesterol jahat dan kematian akibat penyakit jantung.

Dari KlikDokter, dr. Reza Fahlevi menjelaskan bahwa tekanan darah tinggi dan diabetes adalah kondisi yang saling berhubungan. Studi membuktikan bahwa penderita tekanan darah tinggi berisiko 3 kali lipat mengalami diabetes dalam 5 tahun dibandingkan orang-orang yang tekanan darahnya normal. Meski demikian, tak semua penderita tekanan darah tinggi akan mengalami diabetes. Ini karena kejadian tersebut bergantung pada beberapa faktor, salah satunya adalah bagaimana kontrol terhadap tekanan darah.

“Artinya, jika penderita tekanan darah tinggi bisa mengontrol tekanan darahnya dengan baik, maka risiko untuk mengalami diabetes semakin kecil, dan sebaliknya,” jelas dr. Reza.

Mengenai kaitan diabetes dengan penyakit jantung, data menunjukkan bahwa orang-orang yang mengonsumsi gula 25 persen lebih banyak dari jumlah yang direkomendasikan ternyata berisiko dua kali lipat lebih tinggi untuk meninggal akibat penyakit jantung.

Konsumsi gula masyarakat Indonesia memang masih cukup tinggi. Adapun konsumsi tertinggi yakni gula pasir.

Sumber KLikdokter

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News