Masjid Jami Al-Anwar, dari Surau yang 6 Sakanya Bertahan Hadapi Amuk Krakatau

Masjid Jami Al-Anwar, dari Surau yang 6 Sakanya Bertahan Hadapi Amuk Krakatau
Sebanyak enam saka atau tiang di Masjid Jami Al-Anwar masih berdiri kukuh. Foto: Yosephin Wulandari/JPNN.com.

Anwar, sebuah kata dalam bahasa Arab, memiliki makna bercahaya atau membawa terang.

“Masing-masing sisi (masjid) memiliki dua pintu masuk," katanya.

Memang Masjid Jami Al-Anwar telah direnovasi berkali-kali.

Namun, berbagai peninggalan bersejarah di masjid itu dipertahankan.

Masjid Jami Al-Anwar memiliki koleksi berupa ratusan kitab berbagai bahasa, seperti Arab, Belanda, bahkan Portugis.

Semua bacaan berharga itu tersimpan rapi di dalam perpustakaan masjid.

Masjid Jami Al-Anwar juga memiliki beduk peninggalan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional di Way Halim, Bandar Lampung pada 1988.

Sebuah Al-Qur’an berukuran besar juga menjadi koleksi paling berharga di masjid tersebut.

Enam saka masih berdiri kukuh di Masjid Al-Anwar. Kini saka-saka tersebut dibeton dan menjadi bagian dari ruang utama masjid berukuran 25 x 30 meter itu.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News