Mau Kabur? Silakan Berhadapan dengan Buaya

Mau Kabur? Silakan Berhadapan dengan Buaya
Komjen Budi Waseso. Foto: M. Kusdharmadi/JPNN.com

jpnn.com - SEPAK terjang Komisaris Jenderal Budi Waseso belum usai. Kepala Badan Narkotika Nasional yang karib disapa Buwas itu terus menggencarkan perang terhadap narkoba.

Ini mengingat pengguna narkoba terus meningkat. Juni 2015, pengguna narkoba sudah mencapai 4,5 juta jiwa. Namun, hingga Desember 2015 angka itu melonjak drastis menjadi kurang lebih 6 juta jiwa.

"Dalam kurun waktu empat bulan bisa naik 1,5 juta," kata Buwas.

Indonesia tak cuma jadi pangsa pasar nomor satu di Asia untuk peredaran gelap barang haram itu. Tapi, juga sudah menjadi produsen. "Ini fakta yang ada," katanya.

Para bandar mencoba masuk meracuni anak-anak, untuk merusak generasi. "Kalau sampai ini terjadi bisa lost generation," ungkap alumnus Akademi Kepolisian 1984 itu.

Buwas juga tak setuju dengan rehabilitasi untuk semua pengguna. Baginya, pengguna tak semuanya korban. "Saya tidak antirehabilitasi. Tapi, bagi saya pemakai yang ditangkap saya perintahkan ditahan. Ini untuk pengembangan," katanya.

Langkah terheboh yang tengah dilakukan Buwas adalah menciptakan penjara khusus bandar besar narkoba yang dikelilingi buaya. Ini dilakukan untuk mengisolasi dan memberikan efek jera terhadap bandar-bandar yang biasanya di penjara biasa masih bisa mengendalikan bisnis haram itu. 

"Kalau dia mau kabur harus berhadapan dengan buaya," tegas mantan Kapolda Gorontalo ini.

SEPAK terjang Komisaris Jenderal Budi Waseso belum usai. Kepala Badan Narkotika Nasional yang karib disapa Buwas itu terus menggencarkan perang terhadap

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News