Menurunkan Berat Badan, Lemak atau Karbohidrat yang Harus Dihindari?

Menurunkan Berat Badan, Lemak atau Karbohidrat yang Harus Dihindari?
Timbang berat badan. Foto: Laman MSN

Selama masa tersebut, peneliti mengamati perubahan berat badan dan komposisi lemak dalam tubuh tikus, serta mencatat apakah tikus akan mengalami kegemukan dengan pola makan yang diberikan.

Kepala peneliti, Profesor John Speakman menemukan bahwa konsumsi lemak berlebih dapat meningkatkan massa lemak tubuh pada tikus. Namun, karbohidrat (termasuk gula) tidak memiliki efek tersebut. Kombinasi antara lemak dan gula juga tidak demikian. Para peneliti pun mengatakan bahwa konsumsi protein tidak terbukti meningkatkan massa lemak tubuh.

Peneliti kemudian menjelaskan bahwa lemak adalah “godaan menarik” untuk dijadikan sebagai sistem reward bagi otak. Dalam artian, pada kondisi otak yang stres atau tertekan, seseorang akan lebih ingin makan makanan berlemak sebagai comfort food.

Sedang turunkan berat badan, lebih baik hindari lemak atau karbohidrat?

Dari dua temuan besar di atas, bisa disimpulkan bahwa lemak dan karbohidrat (gula) sama-sama bisa bikin gemuk apabila dikonsumsi secara berlebihan. Oleh karena itu, jika ingin mencapai berat badan ideal dan terhindar dari obesitas, konsumsi lemak dan karbohidrat tak boleh berlebihan.

Menurunkan berat badan tak hanya sekadar membatasi lemak atau karbohidrat. Agar hasilnya optimal, Anda juga mesti berolahraga secara rutin, kelola stres dengan baik, serta kebiasaan merokok dan minum minuman alkohol harus dihindari. Agar upaya penurunan berat badan aman dan terpantau, konsultasikan ke dokter gizi supaya bisa merancang pola makan sesuai dengan kondisi tubuh.(NB/RN/klikdokter)

Panduan tersebut menyimpulkan bahwa mengurangi lemak total tidak memberikan efek apa pun terhadap penurunan risiko penyakit jantung atau stroke, sehingga konsumsinya tidak perlu dibatasi.


Redaktur & Reporter : Yessy

Sumber klikdokter

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News