Obituari untuk Orang Berprestasi

Oleh Dahlan Iskan

Obituari untuk Orang Berprestasi
Dahlan Iskan (tengah) memberikan pesan dan kesan didampingi anak pertama Alm. Djoko Susilo, Reza Zafiruddin (kiri keempat), Menteri Sekertaris Negara Pratikno (kiri ketiga), Ketua Tim Transisi Kemenpora Gatot Dewobroto (kanan kelima) dan kerabat serta teman saat mendatangi rumah duka Mantan Dubes Swiss RI Djoko Susilo, di Bogor, Selasa (26/01/2016). Foto: Imam Husein/Jawa Pos

’’Masa depan seperti apa?’’

’’Membuat saya bisa ke luar negeri.’’

Nah, I got the point. Ke luar negeri. JS ingin bisa ke luar negeri. Anak Boyolali ini ingin bisa ke luar negeri. Dengan menjadi dosen, dia berharap bisa mendapat beasiswa sekolah di luar negeri.

’’Saya jamin, kalau tetap di JP, Anda akan bisa ke luar negeri,’’ kata saya. 

’’Bener ya?’’ tanya dia ragu.

’’Saya jamin,’’ tegas saya.

Entah dari mana saya dapat mantra itu. Melihat kemampuan Jawa Pos saat itu, rasanya mustahil. Tapi, saya memang sangat yakin suatu saat Jawa Pos akan besar. Besar. Suatu saat.

JS ternyata termakan mantra itu. Dia mundur dari PNS. Lebih produktif lagi di jurnalistik. Mejanya penuh dengan buku. Juga majalah-majalah. Khususnya tentang strategi perang dan persenjataan. Semua berbahasa Inggris. Terasa demonstratif di tengah kami-kami yang tidak bisa berbahasa Inggris.

SEJAK lulus Universitas Gadjah Mada jurusan hubungan internasional, Joko Susilo (JS) sangat terobsesi bisa menjelajah mancanegara. Secara nyata.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News