Presiden Sudah Perintahkan Tembak, tapi...Para Petinggi TNI AL pun Panik

Laporan Ghofuur Eka dari Perairan Laut Banongan, Banyuwangi.

Presiden Sudah Perintahkan Tembak, tapi...Para Petinggi TNI AL pun Panik
Uji coba peluncuran Rudal C-705 oleh KRI Clurit 641 di Laut Jawa, Rabu (14/9). Foto: Ghofuur Eka/ Jawapos

Sebelumnya, TNI-AL mengabarkan sasaran penembakan adalah KRI Karimata-960 yang sudah pensiun. Tapi rencana itu batal dilaksanakan, sasaran hanya laut lepas. 

Seusai menyaksikan penembakan rudal, Jokowi mengatakan latihan rutin sangat penting. Tanpa latihan, TNI tidak bisa mengambil dan menyempurnakan senjata strategis. ''Kita membeli juga harus mempelajari,'' katanya.

Jokowi memberi apresiasi positif terhadap prajurit TNI-AL yang gigih dalam menjalankan tugas. Latihan perang Armada Jaya 34 merupakan momen luar biasa bagi TNI-AL. 

Semua lini pasukan dikerahkan untuk memberikan yang terbaik. 

Direktur Latihan Armada Jaya 34 Laksamana Muda TNI Tri Wahyudi Sukarno menegaskan latihan ini akan dievaluasi. 

Termasuk momen penembakan rudal yang terlambat dan tidak tepat sasaran. Apa yang menjadi penyebab insiden itu akan dipelajari. ''Saat ini, Indonesia baru membeli untuk ujicoba. Belum ada kesepekatan lebih lanjut,'' katanya.

Kerja sama akan diperpanjang apabila rudal tersebut dianggap layak. Untuk itu, kata Tri, bahan evaluasi menjadi data penunjang untuk menentukan kebijakan ke depan. 

Hari ini, masih ada aksi lanjutan dalam latihan Armada Jaya 34. Pasukan TNI-AL yang berjumlah 7.500 orang akan melakukan pendaratan di Banongan, Situbondo. Aksi tersebut akan disaksikan Jokowi dari darat. (*)


SURABAYA – Rudal C-705 berhasil ditembakkan dari KRI Celurit-641 di perairan laut Banongan, Situbondo.  Aksi tersebut disaksikan langsung


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News