Ribuan Rudal Bekas Rezim Kadhafi Hilang

Ribuan Rudal Bekas Rezim Kadhafi Hilang
Ribuan Rudal Bekas Rezim Kadhafi Hilang
Pernyataannya itu menanggapi Jenderal Mohammed Adia, pejabat militer rezim baru Libya di bawah Dewan Transisi Militer (NTC). Pria yang bertanggung jawab soal persenjataan di Kementerian Pertahanan Libya tersebut membeber bahwa sekitar 5.000 rudal anti-pesawat SAM-7 milik militer Libya lenyap. "Bisa saja senjata-senjata itu jatuh ke tangan musuh di luar negeri," katanya kepada para wartawan di bekas gudang senjata rezim Kadhafi di Kota Benghazi.

 

Kemarin, Washington mengonfirmasikan berita tersebut. Pemerintahan Presiden Barack Obama mengaku sudah mendapatkan informasi tersebut dan berusaha keras untuk ikut melacak keberadaan senjata-senjata tersebut. "Kami terus bekerja sama dengan pemerintahan baru Libya untuk mengamankan stok persenjataan mereka," terang Gedung Putih dalam pernyataan tertulisnya.

 

Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS menyatakan telah mengucurkan dana ke pemerintah baru Libya. Konon, nilai nominalnya mencapai USD 3 juta (sekitar Rp 26,3 miliar). "Dana itu sengaja dikucurkan untuk memusnahkan senjata yang mengancam keselamatan umat manusia," ungkap seorang pejabat Washington mengacu pada senjata biologi yang kabarnya dimiliki Kadhafi. (AFP/hep/dwi)

BERLIN - Jatuhnya rezim Muammar Kadhafi di Libya kini justru menimbulkan masalah baru. Sebab, sedikitnya 10 ribu rudal yang dibeli pada era Kadhafi


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News