RS Damanhuri Dicemooh Warga

Pasien DBD Meninggal Karena Krisis Kantong Darah

RS Damanhuri Dicemooh Warga
RS Damanhuri Dicemooh Warga
BARABAI– Menyusul insiden meninggalnya pasien penderita DBD, Eulan Punamasari (12) di RS Damanhuri Barabai, Hulu Sungai Tengah (HST) Kalimantan Selatan akibat tidak tersedianya kantong darah, sangat menggegerkan warga di Kota Barabai.

Sebagai bentuk keprihatinan sekaligus cemoohan, warga ramai-ramai berinisiatif mengumpulkan sumbangan dan hasilnya akan diserahkan ke RS Damanhuri untuk membeli kantong darah. Hebatnya lagi, aksi dukungan itu digalang warga langsung di rumah Chairudin, ayah dari Wulan Punamasari.

Warga mengaku sangat salut dengan perjuangan Chairudin yang dengan berani membongkar kejadian itu ke media massa. Sehingga, rumah duka dijadikan sekaligus sebagai posko pengumpulan dana sumbangan kantong darah untuk rumah sakit.

Dua hari terakhir ini, ratusan warga mendatangi rumah Chairuddin. Antara lain para dewan guru TK, Muslimat NU, sejmlah usdad, ustadzah dan santri TK Alquran, para guru SDN dan ratusan murid, keluarga besar Panwaslu HST, syarikat Kematian, serta ratusan  warga kelurahan Barabai Darat tampak antusias memberikan sumbangan dalam aksi itu.

BARABAI– Menyusul insiden meninggalnya pasien penderita DBD, Eulan Punamasari (12) di RS Damanhuri Barabai, Hulu Sungai Tengah (HST) Kalimantan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News