Sabu-Sabu dari Miami ke Surabaya Bernilai Rp 15 Miliar

Sabu-Sabu dari Miami ke Surabaya Bernilai Rp 15 Miliar
Ilustrasi sabu-sabu. Foto: AFP

Mereka bekerja di kapal kargo yang berbeda-beda. "Gonta-ganti kurir terus sebelum tiba di kaki tangan bandar," jelasnya.

Ratusan kapal yang berlayar menyeberangi Samudra Pasifik setiap hari menjadi keuntungan tersendiri bagi para bandar.

Petugas akan sulit melakukan pelacakan. Sebab, pemindahan SS dari satu tangan ke tangan lain dilakukan dengan penghitungan yang cermat.

Belum lagi, kemasan SS yang disamarkan sedemikian rupa sehingga tidak dikenali sama sekali.

"Kemarin kan susu bubuk, sebelumnya ada juga yang di dalam bungkus kopi, di bawah sepatu, banyak lah pokoknya," beber sumber itu.

Menurut sumber tersebut, ada puluhan orang yang terlibat dalam satu kali pengiriman sabu-sabu seberat 7,3 kg itu.

Para kurir tersebut rata-rata diberi upah Rp 10-25 juta per bulan. Bergantung seberapa rumit tugas mereka.

Selain menjadi kurir, biasanya kaki tangan itu berperan sebagai mata-mata yang memasok informasi ke jaringan yang lebih tinggi.

Pengiriman narkoba dari Miami ke Surabaya sengaja dengan banyak kapal untuk mengelabui petugas keamanan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News