Sandi Pengin Undang Warga Pembuat Petisi soal Tanah Abang

Sandi Pengin Undang Warga Pembuat Petisi soal Tanah Abang
Pengendara motor saat melintasi di trotoar Jalan Kebon Jati, Pasar Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (23/12). Perilaku tersebut sangat merugikan dan membahayakan para penjalan kaki. Foto : Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya Sandiaga Uno soal menutup Jalan Jati Baru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat mendapat perlawanan warga.

Salah satu perlawanan adalah melalui petisi Kembalikan Fungsi Jalan dan Trotoar Tanah Abang di situs Change.org.

Sejauh ini, sudah 33 ribu orang yang meneken petisi tersebut. Mengenai hal itu, Sandi mengaku ingin mengundang para peneken petisi ke Balai Kota DKI Jakarta guna mencari solusi terkait penataan Tanah Abang.

"Nanti kami akan undang mereka agar mereka berikan akternatif solusinya yang seperti apa," kata Sandi di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (29/12).

Menurut Sandi, sejauh ini, tidak ada masalah krusial terkait penataan Tanah Abang dan penutupan Jalan Jali Baru Raya.

"TransJakarta sudah tembus 13 ribu. Berarti integrasinya jalan dan yang 400 PKL itu alhamdulillah usahanya naik. Yang 33 ribu mungkin, ya sudahlah," kata Sandi.

Sebelumnya penutupan jalan Tanah Abang untuk memberi ruang bagi PKL terus mendapat perlawanan.

Banyak yang menganggap kebijakan terbaru Gubernur Anies Baswedan itu justru membuat Tanah Abang semakin semrawut.

Kebijakan baru Pemprov DKI Jakarta untuk mengatur kompleks Tanah Abang justru menuai kontra.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News