Tenaga Infal Bisa Bertarif Rp 250 Ribu per Hari

Tenaga Infal Bisa Bertarif Rp 250 Ribu per Hari
Pemilik agensi penyalur tenaga kerja, Amalaiyatul Ulya (kiri) dan pegawainya sedang melayani pencari tenaga infal di libur Lebaran. Foto: AHMAD SYARIFUDIN/RADAR JOGJA

jpnn.com - MENCARI Asisten Rumah Tangga (ART) pada hari biasa cukup sulit. Apalagi saat libur Lebaran seperti sekarang ini. Bagaimana seluk beluk ‘’perburuan’’ ART di saat Lebaran?

AHMAD SYARIFUDIN, Jogja

SALAH seorang penyalur tenaga kerja, Amaliyatul Ulya, tahu betul sulitnya mencari ART yang mau dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga.

Berbeda dengan tenaga kerja jenis home care yang justru membeludak namun permintaan rendah. “Harus mengantre untuk mendapatkan pekerjaan jenis home care,” kata Ulya.

Menjelang Lebaran, kantor yang dikelola Ulya terlihat sibuk dan padat.Tidak hanya di dalam, ada juga yang duduk di emperan luar kantor. Beberapa pencari ART membawa serta anak mereka sambil bermain atau sekadar duduk santai.

Beberapa pegawai sibuk bercakap-cakap dengan pelanggan. Ada pula yang sedang berkutat dengan banyak dokumen. Pada libur Lebaran, memang mereka harus bekerja lebih keras dari biasanya.

BACA JUGA: Jumlah PPPK Lebih Besar Dibanding PNS, Sistem Kepegawaian Bakal Lebih Sehat?

Guna memenuhi kebutuhan para keluarga yang membutuhkan tenaga pengganti (infal). Karena tenaga reguler pulang kampung.

Salah seorang tenaga infal, Muhammad Mujib, bisa mengantongi Rp 250 ribu per hari selama masa lebaran.