Ternyata Masih Banyak Nakes Honorer Dibayar Rp 150 Ribu per Bulan, Sungguh Ironis

jpnn.com, JAKARTA - Siapa menyangka tenaga kesehatan (nakes) honorer ternyata digaji apa adanya.
Mereka digaji sangat rendah tanpa diimbangi dengan besarnya risiko yang dihadapi, apalagi di masa pandemi Covid-19.
Ketua Asosiasi Puskesmas se-Indonesia (Apkesmi) dr Trisna Setiawan MKes mengungkapkan kondisi para nakes non-aparatur sipil negara (ASN), baik pegawai negeri sipil (PNS) maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Dia mengungkapkan pendapatan nakes honorer di puskesmas sangat rendah.
Masih banyak yang di bawah upah minimum regional (UMR), dan tidak ada kejelasan status kepegawaian.
"Masih ada nakes di puskesmas dengan status tenaga harian lepas yang hanya digaji Rp 150 ribu sampai Rp 350 ribu per bulan," kata dokter Trisna Setiawan dalam rapat Panja Tenaga Honorer dan Tenaga Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Non PNS Komisi IX DPR, baru-baru ini.
Saat menyebutkan gaji honorer nakes puskesmas tersebut, suara dokter Trisna Setiawan bergetar menahan tangis.
"Saya menangis, mengapa para honorer nakes tidak mendapatkan jaminan kesehatan dan pendapatan yang layak," ucap mantan Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Tapos itu.
Para nakes honorer ternyata masih banyak yang digaji Rp 150 ribu per bulan, padahal tanggung jawabnya besar
- Sudah Ada yang Masuk Daftar Hitam, Tak Bisa Daftar CPNS & PPPK
- Pelantikan CPNS dan PPPK 2024 Tertunda, Ternyata Inilah Kendalanya
- 2 Kabar Gembira untuk CPNS dan PPPK 2024
- Gerakan Rakyat Gandeng BEM UIN Jakarta dan Unindra Bahas Revisi UU ASN
- Honorer Non-Database BKN Diusulkan jadi PPPK Paruh Waktu atau Ikut Seleksi CPNS
- Khusus Honorer Ini Tetap Bekerja Meski Gagal PPPK 2024, Alhamdulillah