JPNN.com

Vaksin Bio Farma Dipastikan Aman

Jumat, 19 Februari 2021 – 04:41 WIB
Vaksin Bio Farma Dipastikan Aman - JPNN.com
Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada pedagang Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (17/2). Foto: Ricardo/jpnn.com

jpnn.com, JAKARTA - Indonesia resmi memulai program vaksinasi tahap kedua yang ditandai dengan penyuntikan vaksin bagi para pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Rabu (17/2).

Total sasaran mencapai 38.513.446 orang yang ditargetkan rampung pada Mei 2021 mendatang.

Sasaran penerima vaksin tahap dua diperuntukkan bagi warga lanjut usia (lansia), tenaga pendidik, tokoh agama, aparat sipil negara, tenaga keamanan, pelaku pariwisata.

Kemudian pekerja sektor transportasi publik, atlet, wartawan serta pekerja media.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito memastikan, ketersediaan vaksin tahap dua tercukupi.

Menurut dia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga telah menerbitkan izin darurat vaksin atau Emergency Use of Authorization (EUA) untuk vaksin yang diproduksi PT Bio Farma.

"EUA yang diterbitkan Badan POM ini merupakan upaya untuk memastikan aspek keamanan, mutu dan khasiat dari vaksin, sekaligus upaya mengakselerasi program vaksinasi tahap kedua," kata Wiku secara virtual, Kamis (18/2). 

Untuk mencukupi kebutuhan vaksin, pemerintah saat ini sedang bekerja keras menyediakannya dengan jumlah sesuai kebutuhan. Hal ini sebagai komitmen pemerintah melindungi masyarakat dan upaya mempercepat terbentuknya kekebalan komunitas atau herd immunity.

Seperti diketahui juga, saat ini vaksin Sinovac hanyalah satu dari berbagai vaksin yang sedang diusahakan pemerintah.

Sementara untuk program vaksinasi tahap satu dengan sasaran tenaga kesehatan, hingga 17 Februari 2021, perkembangannya sudah mencapai total 1.149.939 tenaga kesehatan.

Target pemerintah ialah 1,4 juta tenaga kesehatan.

Wiku juga meminta kepada para tenaga kesehatan yang belum menerima vaksin untuk turut serta berpartisipasi aktif. "Hal ini bertujuan ntuk meningkatkan perlindungan dan mencegah terjadinya penularan antara pasien dan tenaga kesehatan saat bertugas," kata Wiku. (tan/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


SPONSORED CONTENT

loading...
loading...