Wartawan Vivanews Ditikam

Wartawan Vivanews Ditikam
Wartawan Vivanews Ditikam
JAYAPURA -- Kasus kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi di Papua.  Jika sebelumnya menimpa seorang wartawan di Kabupaten Merauke, kini giliran menimpa wartawan Vivanews yang bertugas di Kota Jayapura bernama Banjir Ambarita.

Saat ia melintas dengan sepeda motornya di Jalan Raya Entrop-Jayapura, tepatnya di dekat jembatan depan Kantor Distrik Jayapura Selatan, Kamis (3/3) sekitar pukul 01.45 WIT dini hari, ia dipepet oleh dua orang tak dikenal (OTK) yang berboncengan dengan menggunakan sepeda motor, lalu menikamnya di bagian perut bagian kiri bawah dan dada sebelah kiri.  Akibatnya, Bram sapaan akrab Banjir Ambarita mengalami pendarahan yang cukup serius dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Cenderawasih Pos (grup JPNN) yang mendapat informasi sesaat setelah kejadian, kemudian langsung menuju ke RS Marthen Indey untuk mengecek kebenarannya. Kepada Cenderawasih Pos di ruang UGD RS Marteh Indey, Bram sempat menceritakan kronologis kejadian yang menimpanya. Pada malam itu, dirinya pulang dari kunjungan penghiburan di rumah seorang wartawan SCTV bernama Rianto Nae di daerah Entrop, Distrik Jayapura Selatan bersama beberapa rekan wartawan lainnya.

Selanjutnya ia bersama seorang rekan wartawan Media Indonesia bernama Folmer Sihombing mampir di Toko Sumber Ria tepatnya di depan Kantor PWI Cabang Papua untuk duduk sambil mengetik berita dan menunggu hujan reda. 

JAYAPURA -- Kasus kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi di Papua.  Jika sebelumnya menimpa seorang wartawan di Kabupaten Merauke, kini

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News