Air pun Dicuri Israel

Air pun Dicuri Israel
ANTRI - Anak-anak Palestina dari desa Kofor Qaddoum, sebelah timur Tepi Barat, tampak antri mengambil air dari salah satu pusat penampungan. Foto: Khaleel Reash/MaanImages.
AUJA - Satu lagi kejahatan Israel diungkap ke publik. Kemarin (27/10), lembaga Amnesti Internasional (AI) mengecam kebijakan air bersih yang diterapkan negeri Yahudi tersebut. Karena selama dua tahun terakhir, sistem pengaturan air bersih yang menjadi bagian dari Kesepakatan Oslo 1993 itu, telah melahirkan kekeringan di Tepi Barat, Palestina.

Lembaga non-profit yang bermarkas di Kota London, Inggris tersebut, merilis laporan setebal 112 halaman tentang monopoli air Israel. "Kebijakan diskriminatif Israel di wilayah Palestina yang mereka diami merupakan penyebab utama ketimpangan akses air bersih di Israel dan Palestina," terang organisasi non-pemerintah yang dipimpin Irene Khan tersebut dalam pernyataan resminya.

Lebih lanjut, AI menguraikan bahwa Israel hanya membagi sangat sedikit air bersih untuk Palestina, dari sumber air yang seharusnya dipakai bersama. Menurut AI yang meluangkan waktu untuk melakukan riset di kawasan sengketa itu, sebagian besar sumber air terletak di Tepi Barat. Namun, berkat teknologi canggih dan kebijakan monopolinya, Israel sukses mengalirkan sebagian besar air bersih ke pemukiman mereka yang terletak di Tepi Barat saja.

Sebaliknya, warga Palestina di wilayah yang sama harus hidup dalam kekeringan. Selain sumber air yang berhak mereka nikmati sudah lama mati, warga Tepi Barat pun tidak bisa dengan mudah menggali sumber air (sumur) baru. Sebab, penggalian sumur hanya bisa dilakukan atas persetujuan Israel, dan negeri Yahudi itu sangat enggan memberikan izin. "Israel sangat membatasi akses warga Palestina untuk mendapatkan air bersih," ujar periset AI, Donatela Robera.

AUJA - Satu lagi kejahatan Israel diungkap ke publik. Kemarin (27/10), lembaga Amnesti Internasional (AI) mengecam kebijakan air bersih yang diterapkan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News