Badai Washi Terus Telan Korban

652 Tewas, 808 Hilang

Badai Washi Terus Telan Korban
Badai Washi Terus Telan Korban
Menurut Pang, sebagian besar korban tewas akibat badai itu adalah perempuan dan anak-anak. Bahkan, sejumlah penjual peti mati kehabisan stok untuk anak-anak. Salah satunya adalah Dexter Lacson. "Hanya sekitar 30 menit setelah badai melanda, saya sudah kehabisan peti mati ukuran kecil yang biasa digunakan untuk jenazah anak-anak," ujarnya.

Selain peti untuk anak, dia juga kehabisan balsem yang biasa dioleskan pada jenazah. "Biasanya kami butuh waktu sekitar empat jam untuk memandikan dan mendandani satu jenazah. Tetapi, kemarin kami harus bekerja cepat karena terdapat sekitar 200 mayat yang harus kami sucikan," kata Lacson, warga Cagayan de Oro yang mengelola Bollozos Funeral Parlour.

Hingga kemarin, sekitar 60 persen jenazah yang sudah siap dimakamkan itu masih tergeletak di Bollozos. Mayat-mayat itu belum teridentifikasi. "Karena jumlah penduduk wilayah ini mencapai sekitar setengah juta jiwa, saya rasa korban tewas akibat bencana itu masih akan bertambah. Dalam waktu dekat, mayat-mayat yang tak teridentifikasi akan menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat," kata Vicente Emano, wali Kota Cagayan de Oro.

Menteri Pertahanan (Menhan) Filipina Voltaire Gazmin telah mengerahkan militer ke Cagayan de Oro untuk membantu evakuasi para korban dan pencarian warga yang hilang. Selain itu, mereka juga diperbantukan di tempat-tempat pengungsian yang menampung ribuan warga.

ILIGAN - Jumlah korban Badai Washi di Filipina Selatan pada Jumat malam (16/12) terus bertambah. Hingga kemarin (18/12) sedikitnya 652 orang tewas

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News