Industri Furniture Rugi Rp 1,8 Triliun

Industri Furniture Rugi Rp 1,8 Triliun
Industri Furniture Rugi Rp 1,8 Triliun
JAKARTA - Industri furniture nasional ikut terimbas krisis finansial global. Hingga saat ini setidaknya telah ada 30 perusahaan furniture nasional yang terancam merugi hingga USD 150 juta (sekitar Rp 1,8 triliun).

"Potensi kerugian akibat pembatalan dan penundaan ekspor selama krisis finansial global ini sekitar USD 150 juta," ujar Ambar Tjahyono, ketua umum Asosiasi Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (Asmindo), di Gedung Departemen Perindustrian, Rabu (3/12).

Dia merinci, terdapat 10 perusahaan furniture yang kontrak ekspornya batal senilai USD 80 juta dan 20 perusahaan lainnya kontraknya ditunda senilai USD 70 juta.

Ambar mengatakan, pembatalan dan penundaan kontrak ekspor itu sebagian besar dilakukan oleh pembeli asing, terutama dari Amerika Serikat dan Eropa. Padahal, menurut dia, Amerika Serikat dan Eropa merupakan pasar tradisional yang sangat potensial karena selama ini menyumbangkan sekitar 30 persen dari total ekspor furniture nasional.

JAKARTA - Industri furniture nasional ikut terimbas krisis finansial global. Hingga saat ini setidaknya telah ada 30 perusahaan furniture nasional

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News