Rabu, 24 Juli 2019 – 11:44 WIB

Ketakutan ini yang Membuat Pengerjaan Jembatan Dikebut

Selasa, 30 Oktober 2018 – 16:19 WIB
Ketakutan ini yang Membuat Pengerjaan Jembatan Dikebut - JPNN.COM

jpnn.com, GRESIK - Proyek pembangunan Jembatan Pandu di Kecamatan Cerme dikebut. Pasalnya, kini sudah mulai masuk musim hujan. Pekerja takut adanya banjir luapan Kali Lamong yang menjadi ancaman rutin bagi wilayah Gresik Selatan.

Proyek senilai Rp 5,3 miliar itu baru tergarap 50 persen. Pekerjaan fisik masih setengah. Jika tak dikebut, proyek tersebut terancam molor. "Ada kekhawatiran itu (proyek molor, Red) karena sekarang mulai hujan," kata Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Eddy Pancoro kemarin (29/10).

Dia meminta kontraktor, PT Galory Jasa Sarana, menggenjot pekerjaan. Sisa waktu harus dioptimalkan. Tambah intensitas pekerjaan. Sebab, musim hujan masih permulaan. Debit air Kali Lamong masih kecil. ''Berbeda jika sudah benar-benar hujan. Pekerja pasti kewalahan," ujar Eddy. 

Saat intensitas hujan tinggi, proyek itu juga akan dibayangi ancaman banjir Kali Lamong. Sebab, Jembatan Pandu dibangun membentang di atas Kali Lamong. Panjangnya 63 meter. Nah, saat musim hujan, anak sungai Bengawan Solo itu rawan meluap. Selalu mengakibatkan banjir di Gresik Selatan. 

Untuk mencegah kejadian tersebut, pekerja berjanji memaksimalkan pekerjaan. Pimpinan proyek M. Toha mengatakan akan mengebut pekerjaan fisik. Saat ini empat pilar jembatan sudah tegak berdiri. Ketinggian pilar dari permukaan air sekitar 4,5 meter. Lebih tinggi daripada tiang jembatan lama. ''Ini aman dari banjir," kata Toha. 

Setelah ini, pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan beton lantai jembatan. Pilar-pilar telah berdiri. Pekerja bakal mudah memasang lantai jembatan. Bahkan, saat musim hujan sekalipun, klaim Toha, pekerjaan tetap dilanjutkan. ''Kami tidak khawatir. Mudah-mudahan selesai tepat waktu," ujarnya. (mar/c7/roz) 

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar