Ketegangan Meningkat di Semenanjung Korea

Ketegangan Meningkat di Semenanjung Korea
SIAP: Antrian kendaraan lapis baja pasukan AS yang siap untuk dimuat ke dalam kereta api, di wilayah Camp Caroll, di Chilgok, sebelah tenggara Seoul, Kamis (5/3) lalu, dalam rangka program latihan gabungan mereka dengan Korsel. Foto: AP/Lee Jae-hyuck.
Minggu lalu, Jepang pun telah mengingatkan, bahwa pihaknya sudah siap untuk menembak jatuh setiap roket yang mengarah ke wilayahnya. Sementara sumber resmi AS menegaskan bahwa pihaknya mempunyai kemampuan untuk menembak jatuh rudal jenis apapun yang akan menyerang wilayah Paman Sam.

Para analis menduga, bahwa tindakan tegas Korut merupakan respon dari kebijakan Presiden AS Barrack Obama yang mulai memperhatikan wilayah-wilayah konflik di sejumlah negara. Selain itu, kemarahan Korut merupakan akibat dari pembatalan kebijakan bantuan ekonomi oleh Presiden Korsel Lee Myung-Bak, yang telah disepakati oleh pemerintah sebelumnya.

Sementara, AS dan Korsel menegaskan, bahwa upaya peluncuran satelit untuk tujuan apapun oleh Korut, akan melanggar resolusi PBB tahun 2006, saat negara komunis tersebut melakukan ujicoba nuklir. "Apapun alasannya, apakah peluncuran satelit atau yang lain, tak ada bedanya. Mereka akan melanggar resolusi DK PBB 1718," tandas Dubes AS untuk Korut, Stephen Bosworth, Senin (2/3)

Bosworth sendiri telah mengikuti pertemuan di Beijing, Tokyo dan Seoul, dalam rangka meredam Korut dan negara lainnya untuk perjanjian pelucutan nuklir. (cak/ami)

YEONPYEONG - Pasukan bersenjata Korea Utara bersiaga penuh untuk berperang menyambut rencana latihan gabungan tahunan militer AS dan Korsel. Ketegangan


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News