Pemilu Timor Leste Bangkitkan Memori Kelam Masa Penjajahan

Pemilu Timor Leste Bangkitkan Memori Kelam Masa Penjajahan
Armanda Ferriera disiksa ketika masih muda. (ABC News: Mitchell Woolnough)

Untuk menang, ia harus mengalahkan sesama pahlawan perlawanan: mantan pejuang gerilya dan presiden pertama Timor Leste, Xanana Gusmão.

Jajak pendapat lokal menyebutkan, partai Xanana, yakni Kongres Nasional untuk Rekonstruksi Timor, atau CNRT, disebut sebagai partai favorit.

Terkenal karena karismanya, Xananan menghibur ribuan orang di hari terakhir kampanye Jumat pekan lalu.

"Kita perlu menyelesaikan masalah negara … rakyat sudah lelah," katanya kepada ABC.

Pemuda memegang masa depan

Pemilihan saat ini kemungkinan akan menjadi pertarungan terakhir bagi dua pejuang kemerdekaan Timor Leset, namun kini menjadi lawan sengit dalam panggung politik.

"Mereka pasti sudah berumur sekarang," kata Profesor Michael Leach dari Swinburne University, seorang pakar politik Timor.

"Xanana Gusmão akan berusia 80 tahun pada tahun 2026. Dan yang lainnya tidak jauh di belakangnya."

Ini adalah faktor yang membuat keduanya semakin 'ngotot' untuk menang.

Armanda Ferriera mengaku pernah disandera, diperkosa, dan dipukuli dengan kejam oleh pasukan Indonesia yang disebutnya menjajah Timor-Leste.

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News