Remaja Rampok dan Aniaya Guru di Sukabumi Hingga Kritis

Remaja Rampok dan Aniaya Guru di Sukabumi Hingga Kritis
Barang bukti sebilah pipa besi berukuran besar menyerupai lonceng yang digunakan tersangka OS. Foto: Aditya Rohman/Antara

jpnn.com, SUKABUMI - OS, remaja 18 tahun diduga pelaku perampokan disertai penganiayaan kepada seorang guru, ditangkap Tim Buser Polres Sukabumi dan Polsek Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

"Kami menangkap pelaku di rumah orang tuanya di wilayah Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, setelah mendapatkan laporan adanya kasus perampokan disertai kekerasan," kata Kapolsek Parakansalak AKP Slamet Irianto, Kamis (19/9).

Informasi yang dihimpun, kasus perampokan sadis di rumah seorang guru bernama Jainah (55) di Kampung Kebonjati RT 03/01, Desa Bojonglongok, Kecamatan Parakansalak, terjadi pada Rabu (18/9) sekitar pukul 17.30 WIB.

Perampokan yang diduga dilakukan seorang diri oleh remaja tanggung tersebut dengan cara masuk lewat pintu belakang rumah korban saat dalam keadaan kosong untuk mencuri televisi. Namun, rencana pencurian tersebut buyar setelah korban pulang.

Tersangka yang panik bersembunyi di belakang pintu dan setelah korban masuk, tanpa basa-basi OS memukulkan pipa besi berukuran besar ke kepala korban hingga tersungkur ke lantai hingga tak sadarkan diri.

Aksi perampokan yang direncanakan tersangka pun gagal dan langsung melarikan diri dengan cara pulang ke rumah orang tuanya. Warga sekitar melihat korban yang dalam keadaan tidak sadar dan tertutup selimut langsung membantu dan melarikannya ke RSUD Sekarwangi Cibadak.

Polisi yang menerima laporan dari warga adanya kasus kriminal langsung bergerak dan kurang dari 24 jam atau pada Kamis (19/9) sekitar pukul 01.30 WIB tersangka diciduk di rumah orang tuanya.

"Dari tersangka kami menyita satu buah buah linggis, sebilah kapak, selimut yang digunakan untuk menutup korban dan satu pipa besi menyerupai lonceng yang digunakan OS memukul kepala korban," kata AKP Slamet.

OS menganiaya Jainah yang merupakan seorang guru di Kabupaten Sukabumi, karena tepergok saat hendak mencuri pada Rabu (18/9).

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News