Selain Generasi Milenial, Didiet Maulana Juga Perkenalkan Tenun Ikat Khas Indonesia ke Mancanegara

Selain Generasi Milenial, Didiet Maulana Juga Perkenalkan Tenun Ikat Khas Indonesia ke Mancanegara
Didiet Maulana. Foto: Instagram

jpnn.com, JAKARTA - Tenun ikat atau kain ikat merupakan sebuah karya tenun khas Indonesia. Helai demi helai disatukan dengan menggunakan alat manual agar menjadi suatu karya seni yang luar biasa.

Tidak hanya sekadar menjadi sebuah kain. Dalam tenun juga terdapat motif-motif menarik yang penuh makna.

Salah satu orang yang turut membesarkan seni tenun ikat ini yakni Didiet Maulana. Namanya sendiri sudah sampai ke pasar mancanegara karena memperkenalkan tenun ikat tersebut melalui Ikat Indonesia.

Dengan merangkul beberapa perajin di daerah, Didiet sudah memiliki berbagai macam produk menarik, mulai dari baju, tas dan masih banyak lagi.

“Pertama kali bikin Ikat Indonesia itu risetnya dari tahun 2000, kemudian launcing 2011,” ucap Didiet Maulana selaku pemilik tenun Ikat Indonesia dalam live instagram @nuff.id, Jumat (14/08) malam.

Didiet bercerita, saat membangun usahanya tersebut ingin memperkenalkan bahwa tenun ikat juga dapat menjadi pilihan dalam memperkenalkan Indonesia. Harapannya, adanya tenun ikat dengan berbagai motif, dapat lebih menarik minat generasi milenial.

“Tenun ikat enggak kalah menarik di bandingan batik, karena pengerjaanya helai demi helai dengan menggunakan perasaan, hingga helaian tadi menjadi sebuah tenun yang kuat,” tutup Didiet.(jpnn)

Tenun ikat dengan berbagai motif dapat menjadi pilihan dalam memperkenalkan Indonesia ke mancanegara sehingga dapat lebih menarik minat generasi milenial.