Skandal Cabul Bos Miramax Gegerkan Hollywood

Skandal Cabul Bos Miramax Gegerkan Hollywood
Harvey Weinstein. Foto: Wikimedia

Bungkamnya para karyawan itu tidak lepas dari bagian kontrak kerja. Dalam salah satu pasal disebutkan bahwa pegawai Miramax dilarang keras mengkritik pimpinan mereka dalam hal apa pun.

”Alasannya, hal itu bisa berbahaya bagi reputasi perusahaan dan berakibat pemecatan,” imbuh pekerja lain.

Laporan tersebut segera ditanggapi salah seorang pengacara Weinstein, Charles Harder. Dia menyatakan tengah bersiap menggugat The New York Times.

”Kisah yang dipublikasikan itu penuh dengan pernyataan keliru dan menjatuhkan Harvey Weinstein. Sebelum artikel itu diterbitkan, kami telah mengirimkan bukti dan fakta kepada pihak mereka. Namun, mereka menolaknya,” tegas Harder.

Sementara itu, sejumlah selebriti memberikan dukungan kepada para korban. ”Perempuan yang memilih untuk bicara tentang pengalaman mereka dilecehkan Harvey Weinstein layak mendapat penghormatan kita. Bukan hal yang lucu atau mudah. Ini berani,” kicau aktris dan produser Lena Dunham di akun Twitter-nya.

Rose McGowan yang namanya ikut ditulis New York Times ikut memberikan tanggapan. ”Siapa saja yang melakukan bisnis dengan __ terlibat. Dan di dalam hati terdalam kamu tahu kalau kamu lebih kotor. Bersihkan dirimu sendiri,” cuit McGowan.

Miramax berhenti beroperasi sejak 2005. Pada 30 Juni 1993, Disney membelinya dengan nilai USD 60 juta (Rp 811 miliar). Dalam kontrak disebutkan bahwa Harvey dan kakaknya, Bob, masih punya hak merilis film secara independen meski yang memberi keputusan akhir tetap Disney.

Pada 30 Maret 2005, Disney dan Weinstein bersaudara mengumumumkan bahwa mereka tidak lagi memperpanjang kerja sama. Miramax benar-benar sudah berakhir begitu kontrak kerja sama Disney dan Weinstein selesai pada September 2005. (fam/c6/ayi)


Harvey Weinstein diduga melecehkan delapan perempuan secara seksual. Ada aktris dan model di deretan korbannya


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber Jawa Pos

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News