Warga Girang, Akhirnya Jalan Parsial 19 Pakuhaji Ditutup

Warga Girang, Akhirnya Jalan Parsial 19 Pakuhaji Ditutup
Penutupan jalan yang diprotes warga. Foto: Ist

jpnn.com, JAKARTA - Warga di sekitar Kampung Sungai Turi Desa Laksana Kecamatan Pakuhaji Kabupaten Tangerang mengapresiasi penutupan akses jalan menuju kawasan Parsial 19, Pakuhaji oleh aparat kepolisian.

Ketua RW 10 Desa Laksana Pakuhaji, Royani (48) mengatakan penutupan jalan tersebut menguntungkan warga.

“Alhamdulillah warga bisa tenang sekarang, tidak ada komplain lagi. Kami sangat berterima kasih,” tutur Royani.

Menurutnya, penutupan jalan itu dilakukan dengan bijak dan disepakati warga setempat. “Walaupun ditutup tapi mobil kecil seperti ambulans dan mobil jenazah masih bisa masuk. Nah kalau mobil besar seperti pemadam kebakaran telah disediakan akses jalan tersendiri,” lanjutnya.

Hal senada disampaikan warga lain. Lici (50), mantan Ketua RW 11 untuk wilayah Kampung Sungai Turi juga menyambut baik upaya penutupan akses jalan Parsial 19 tersebut.

“Sebagai warga Kampung Sungai Turi saya tidak merasa terganggu, karena kami sudah diberi akses jalan yang bisa dilalui masyarakat,” paparnya.

Lici mengaku, untuk sarana transportasi kebutuhan sehari-hari seperti angkutan air mineral dan kebutuhan sembako pun tidak terganggu.

Lebih dari itu, keamanan anak-anak kecil menjadi lebih terjamin. “Anak-anak sekolah lebih aman, tidak khawatir dengan mobil-mobil besar yang biasanya lalu lalang di jalan tersebut,” imbuhnya.

Sebelum akses jalan ditutup warga khawatir dengan banyaknya mobil besar yang melintas di Jalan Parsial 19 Pakuhaji.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News