Fenomena Langka, Ada Parit “Berdarah” di Kalimantan Utara

Fenomena Langka, Ada Parit “Berdarah” di Kalimantan Utara
Parit "berdarah". Foto: Radar Tarakan/JPNN

Dia menambahkan, hampir semua wilayah perairan di Kota Tarakan dihuni plankton.

Sebab, secara ekologi, plankton berfungsi sebagai pakan alami bagi hewan yang hidup di perairan, seperti ikan.

“Cuma, jika air dalam kondisi tercemar berat, itu bisa memicu terjadinya ledakan dari populasi spesies plankton tertentu sehingga dengan meningkatnya populasi plankton tersebut dapat membuat air itu menjadi berwarna,” ungkapnya. (yed/ddq)


Warga RT 11, Kelurahan Pamusian, Kalimantan Utara dihebohkan dengan perubahan warna air parit di kawasan itu.


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News