Manusia Kerdil

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Manusia Kerdil
Dhimam Abror Djuraid. Foto: Ricardo/JPNN.com

Bangsa Eropa dan Amerika yang berada pada negara empat musim ditakdirkan menjadi bangsa yang kaya dan maju. Itu bukan takdir, tetapi ikhtiar.

Indonesia pun bisa maju karena ikhtiar sebagaimana yang sudah ditunjukkan oleh bangsa-bangsa yang maju.

Anderson dan Acemoglu menguliknya dalam “Why Nations Fail: The Origins of Power, Prosperity, and Poverty”.

Dia membuktikan bahwa negara menjadi maju karena institusi pemerintahannya ‘inclusive” melibatkan rakyat dalam berbagai keputusan strategis. Sebaliknya, institusi negara yang “extractive”, meninggalkan dan mengakali rakyat, akan menjadi negara miskin dan terbelakang.

Kebijakan extractive adalah kebijakan yang mengabaikan rakyat dengan memanipulasi suara rakyat dengan berbagai cara. Diciptakan big data yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Tujuannya adalah mengarang dukungan rakyat ‘’manufacturing consent’’ untuk memperpanjang kekuasaan secara tidak sah.

Indonesia sedang berada pada zaman persimpangan yang sangat krusial. Indonesia punya potensi besar untuk menjadi bangsa besar di tengah tantangan global yang besar.

Namun, seperti kata Bung Hatta yang mengutip Schiller, ‘’Sebuah epos besar dilahirkan abad ini, tetapi momen besar itu menemui manusia kerdil’’. (*)

Sebuah epos besar dilahirkan abad ini, tetapi momen besar itu menemui manusia kerdil.


Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Cak Abror

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News